Pesisir Barat – Rangkaian kunker Gubernur, Lampung ,Rahmat Mirzani Djausal ke pesisir barat yang di dampingi Sekdaprov Dr.Marindo Kurniawan di awali
kunjungan nya ke Pasar Way Batu dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH. Muhammad Thohir, di Lingkungan Way Batu Kelurahan Pasar Kota Krui Kecamatan Pesisir Tengah.kamis 18 Desember 2025
Turut mendampingi Gubernur Lampung Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan, anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Gerindra Komisi IV Drs.Hi.Muklis Basri M.Si, anggota DPRD Kab pesisir barat fraksi Gerindra Sahrul ,jajaran Pemprov lampung, Forkopimda dan seluruh kepala OPD
Rangkaian kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya Pemprov Lampung dalam memastikan peningkatan pelayanan publik dan penguatan ekonomi kerakyatan di daerah.
Di Pasar Way Batu Gubernur, Rahmat Mirzani Djausal meninjau aktivitas jual beli antar masyarakat, serta berdialog secara langsung dengan masyarakat penjual dan pembeli. Kondisi tersebut menambah suasana keakraban dari pemimpin terhadap para masyarakatnya.
Usai berkunjung ke Pasar Way Batu, rombongan langsung bertolak ke lokasi pembangunan RSUD KH. Muhammad Thohir. Program ini merupakan upaya percepatan peningkatan kualitas layanan kesehatan yang memberikan dampak nyata dan cepat dirasakan masyarakat, baik dari sisi akses pelayanan, mutu layanan, maupun ketersediaan fasilitas pendukung.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Pemprov Lampung dan Pemkab Pesibar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ai meminta agar seluruh perangkat daerah terkait memastikan pelaksanaan PHTC berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat ungkap nya
Romlah mengapresiasi bantuan pemerintah berupa mesin pengering (dryer) dan pupuk organik cair (POC) yang dinilai meningkatkan kualitas dan kuantitas panen cabai. Namun, ia mengeluhkan masuknya cabai dari Pulau Jawa dengan harga lebih murah yang menekan harga cabai lokal
“Kami sekali nyemprot bisa tiga juta rupiah. Untuk lahan dua hektare, modalnya bisa seratus sampai dua ratus juta. Tapi saat panen, harga justru turun karena ada cabai masuk dari Jawa,” ujar Romlah.
Kunker ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pemprov Lampung dan Pemkab Pesibar dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Ant)






