PESAWARAN – Kerusakan proyek pembangunan peningkatan jalan lingkungan yang baru selesai dibangun pada akhir Desember tahun 2025 lalu akan diperbaiki.
“Nanti kita cek, kalo ada yang kurang kami perbaiki” ucap Mustafa Samba selaku rekanan proyek, saat dihubungi wartawan Media Patriot Inews Tv melalui pesan whatshapnya (6/2/2026) kemarin.
Selain itu, Samba sapaan akrab pemborong peningkatan jalan lingkungan ini juga mengeluhkan kekecewaanya pada pekerja karena hasilnya kurang memuaskan.
“Kami termasuk kecewa juga sama pekerja, soal kan kami libatkan orang lingkungan situ tapi hasil nya kurang memuaskan” kilahnya.
Sebelumnya telah diberitakan Plt. Kepala Dinas PU Perkim Pesawaran Zainal meminta pada pihak pemborong agar segera memperbaikinya.
“Saya sudah menghubungi dan mengatakan kepada rekananan yang mengerjakan proyek tersebut agar segera memperbaikinya”ucap Zainal saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (3/2/2026).
Zainal menambahkan, semua proyek-yang dikerjakan pada ahir tahun 2025 lalu itu masih dalam tahap pemeliharaan, apa lagi pekerjaan proyek ini pembayarannya belum selesai, alias masih terhutang.
“Jadi walaupun sudah di Provisional Hand Over (PHO) tapi pembayarannya masih terhutang karena dananya belum ada. Makanya, jika pihak rekanan tidak mau memperbaiki pekerjaannya, dinas tidak mau membayarnya” tegasnya.
Diketahui proyek pembangunan peningkatan jalan lingkungan yang sudah banyak mengalami kerusakan ini, baru saja selesai dibangun pada ahir Desember 2025 lalu.
Adapun kegiatan pelaksanaan proyek -proyek tersebut berada di Desa Kota Jawa, Suka Jaya dan Desa Penengahan Kecamatan Way Khilau, Kemudian tiga titik lagi tersebar di Desa Sinar Harapan yaitu di Dusun Umbul Semaya, Dusun Sinar Baru dan Dusun Kali Duren Kecamatan Kedondong.
Tak hanya itu saja, sebelumnya juga telah diberitakan dalam pelaksanaan pembangunan peningkatan jalan lingkungan ini mendapat kritikan dari warga sekitar pembangunan proyek dan juga jadi sorotan tajam oleh Ketua DPC JERAT Pesawaran
Rusaknya jalan lingkungan ini lantaran diduga pekerjaannya telah menggunakan pasir yang berkualitas buruk, kurangnya adukan semen sehingga mengakibatkan pekerjaann mudah cepat rusak. (LGR)






